Kubernetes telah menjadi standar de facto untuk menjalankan aplikasi cloud-native. Namun, ketika berbicara tentang manajemen database di Kubernetes, kompleksitasnya masih menjadi tantangan besar. Setiap jenis database memiliki cara deployment, konfigurasi, dan lifecycle yang berbeda. Inilah celah yang ingin diisi oleh OpenEverest.
OpenEverest adalah proyek open-source yang dirancang untuk menyederhanakan pengelolaan berbagai database di atas Kubernetes melalui satu platform terpadu. Dengan pendekatan vendor-agnostik dan berbasis komunitas, OpenEverest menawarkan cara yang lebih konsisten, scalable, dan aman untuk menjalankan database di lingkungan Kubernetes.
Apa Itu OpenEverest?
OpenEverest adalah platform manajemen database berbasis Kubernetes yang memungkinkan tim DevOps dan platform engineering untuk melakukan provisioning, monitoring, dan pengelolaan banyak jenis database dari satu antarmuka.
Awalnya dikembangkan sebagai Percona Everest, proyek ini kemudian disumbangkan ke Cloud Native Computing Foundation (CNCF) dan berubah nama menjadi OpenEverest. Langkah ini menegaskan komitmen OpenEverest sebagai solusi open, netral vendor, dan berbasis komunitas.
Saat ini, OpenEverest mendukung beberapa database populer seperti:
-
PostgreSQL
-
MySQL
-
MongoDB
Dan dirancang agar mudah diperluas untuk mendukung engine database lainnya di masa depan.
Masalah Klasik Database di Kubernetes
Mengelola database di Kubernetes bukanlah hal sederhana. Beberapa tantangan umum yang sering dihadapi organisasi antara lain:
-
Setiap database memiliki operator dan konfigurasi berbeda
-
Kurva belajar yang tinggi bagi tim aplikasi
-
Inkonistensi standar deployment antar tim
-
Sulitnya mengatur RBAC, namespace, dan lifecycle database
-
Upgrade dan scaling yang berisiko jika dilakukan manual
Tanpa platform standar, Kubernetes justru bisa menambah beban operasional, terutama saat jumlah database terus bertambah.
Bagaimana OpenEverest Bekerja?
OpenEverest menggunakan pendekatan abstraksi berbasis Custom Resource Definitions (CRD) di Kubernetes. Artinya, tim tidak perlu memahami detail teknis setiap database.
Komponen utama OpenEverest meliputi:
-
Web UI – Antarmuka grafis untuk provisioning dan manajemen database
-
API Server – Menyediakan integrasi dengan sistem lain
-
CLI – Untuk automasi dan workflow DevOps
-
RBAC & Namespace Management – Kontrol akses dan isolasi workload
-
Operator Database – Menjalankan lifecycle database secara otomatis
Dengan OpenEverest, platform team dapat menyediakan database sebagai layanan (Database as a Service) bagi tim aplikasi, tanpa harus memberikan akses Kubernetes penuh.
Manfaat Utama Menggunakan OpenEverest
1. Manajemen Terpusat
Satu platform untuk mengelola banyak database di berbagai cluster Kubernetes, mengurangi kompleksitas operasional.
2. Konsistensi dan Standarisasi
Semua database dideploy dengan standar yang sama, meningkatkan reliability dan mempermudah troubleshooting.
3. Efisiensi Tim DevOps
Tim tidak perlu menjadi ahli di setiap engine database. OpenEverest menyederhanakan proses provisioning dan maintenance.
4. Skalabilitas dan Automasi
Upgrade, scaling, dan lifecycle database dapat dilakukan secara terkontrol dan otomatis.
5. Vendor-Agnostic
Sebagai proyek CNCF, OpenEverest tidak terkunci pada satu vendor atau ekosistem tertentu.
OpenEverest dan Tren Platform Engineering
OpenEverest sejalan dengan tren platform engineering, di mana tim platform menyediakan layanan internal yang mudah digunakan oleh developer. Alih-alih developer berurusan langsung dengan kompleksitas Kubernetes, mereka cukup meminta database melalui platform yang sudah distandarkan.
Pendekatan ini:
-
Mempercepat delivery aplikasi
-
Mengurangi risiko kesalahan konfigurasi
-
Meningkatkan governance dan security
Dalam skala enterprise, model ini menjadi kunci untuk mengelola Kubernetes secara berkelanjutan.
Skill Kubernetes: Kunci Mengadopsi OpenEverest
Meski OpenEverest menyederhanakan banyak hal, pemahaman dasar Kubernetes tetap sangat penting. Untuk memaksimalkan manfaat OpenEverest, tim perlu memahami:
-
Konsep cluster, namespace, dan RBAC
-
Cara kerja operator dan CRD
-
Storage dan networking di Kubernetes
-
Prinsip keamanan Kubernetes
Tanpa skill ini, organisasi akan kesulitan mengoperasikan platform secara optimal.
Mengapa Belajar Kubernetes Sekarang?
Permintaan akan talenta Kubernetes dan cloud-native terus meningkat. Perusahaan mencari engineer yang mampu:
-
Mengelola aplikasi dan database di Kubernetes
-
Membangun platform internal
-
Mengadopsi tools modern seperti OpenEverest
Menguasai Kubernetes bukan lagi nilai tambah, tetapi kebutuhan utama bagi DevOps, SRE, dan backend engineer.
Belajar Kubernetes Bersama Adinusa
Jika Anda atau tim Anda ingin menguasai Kubernetes secara praktis dan terstruktur, Adinusa menyediakan program pembelajaran Kubernetes yang dirancang untuk kebutuhan industri modern.
Di Adinusa, Anda akan belajar:
-
Dasar hingga advanced Kubernetes
-
Praktik DevOps dan cloud-native
-
Studi kasus real-world
-
Best practice enterprise Kubernetes
📩 Email: kontak@adinusa.id
📞 Telepon / WhatsApp: +62-811-1123-242
👉 Mulai perjalanan Kubernetes Anda bersama Adinusa sekarang dan siapkan diri untuk mengelola platform modern seperti OpenEverest dengan percaya diri.